Berakhirlah sudah pupus tak bersisa.
Gundah dilemanya cinta saat ku rasa.
Kala galau sirna berganti cita ria.
Itu gairah sukma saat pertama sua.
Suasana hampa atau duka, mungkin akan menjadi sangat wajar untuk seseorang yang ditinggal pergi kekasihnya, apalagi bukan ditinggal pergi untuk selama-lamanya, tapi ditinggal pergi untuk bersama dengan orang lain.
Perasaan kecewa namun masih cinta, sakit hati tapi tetap menyayangi, menambah dilemanya kegalauan yang dirasa, mungkin para Galauers Indonesia akan sangat bahagia, karna mereka kedatangan member baru yang super unyu, yaitu aku.
Sore itu Handphone berderit di saku celanaku, aku baru saja sampai rumah sehabis pulang kuliah dan ngajar les privat. Rasa capek serta penat membuatku ogah-ogahan mengambil HP, namun ketika kulihat yang menelpon adalah "Laudya", rasa letih lesu itu sirna berubah semangat bahagia.
"Hallo, iya sayang ada apa?"
"Kamu kemana aja sih? Dari tadi di sms nggak bales! Bikin BeTe tau gak sih?". Katanya dengan marah.
"Maaf sayang, barusan kan les, jadi, nggak bisa bales". Hp biasa aku sillent saat ngajar les, biar konsentrasi. Dan aku tadi nggak liat hp waktu pulang, jadi, nggak tau kalau ada sms darinya.
"Bilang aja kalau kamu udah nggak ada waktu buat aku !". Tak biasanya dia marah seperti ini.
"Bukannya gitu sayang, tapi . . .". Belum selesai aku bicara.
"Tapi apa? Kalau kamu emang lebih memilih yang lain daripada aku, dan nggak ada waktu buatku lagi, ok KITA PUTUS !". Kata terakhirnya menutup telfon. Aku hanya terpaku diam, tak menyangka hal ini akan terjadi, remuk redam rasa di hatiku. Ku coba hubungi dia untuk memperbaiki hal ini, namun nihil, kata perpisahan sepihak darinya tak bisa dipungkiri.
Seminggu semenjak putus dengannya, tidurku tak terasa nyenyak, hati ini masih terkoyak, jiwa masih terhenyak, beban hidup terasa lebih banyak, ooh alamaak ! Tiap hari selalu ku renungi apa yang sebenarnya terjadi, hingga aku dapat menyimpulkan bahwasannya:
"Perhatian adalah kebutuhan utama seorang wanita". Mungkin sudah menjadi nasib seorang aktivis sepertiku ini, terlalu banyak aktivitas yang akhirnya membuat hubungan cinta kandas. .
Sebulan berlalu, hingga telur benalu kini sudah menjadi benalu, ingin kuanggap dia bagaikan angin lalu, tapi ternyata hati masih merindukannya selalu. Sebulan sudah lamanya, tapi ternyata, aku tak bisa move on darinya. Hingga akhirnya, suatu malam aku berdo'a kepada Tuhan.
"Dimalam yang sesunyi ini, aku sendiri, tiada yang menemani, Akhirnya kini kusadari, dia telah pergi Tuhan, tinggalkan diriku.
Tuhan, kirimkanlah aku, kekasih yang baik hati, yang mau mengerti, memahami dan mencintai aku tulus apa adanya". Mungkin do'aku tak jauh beda dengan lirik lagu, tapi tak mengapa, karena itulah rintihan hatiku.
Malam setelah do'a aku tertidur, berharap semoga penat ini semakin mengendur, sakit hati ini bisa meluntur, dan semoga saja nanti tidak 'ngelindur'.
Dalam mimpi aku bersua, dengan cahaya putih menyilaukan mata, dibalik sinar itu mereda, kulihat ada seorang wanita yang cantik tiada tara. Dia mendekatiku dan berkata:
"Hai pemuda yang unyu ! tak usahlah kau bersedih dan pilu, hapus air matamu, ganti dengan senyum ceriamu.
Hai pemuda yang baik hati ! Aku diutus oleh sang illahi, untuk menjelaskanmu lewat mimpi, fokuslah pada impian suci, dan selalulah perbaiki diri.
Hai pemuda tercinta ! Jangan biarkan pengkhianatannya membuatmu terus berduka, kini ada aku yang kan gantikannya, tuk buatmu selalu bahagia bersama selamanya. ". Ia tersenyum dan menghilang dalam sekejap, sekilas ketika ku tatap, ia wanita cantik dengan sayap gemerlap.
Oh, apakah itu bidadari yang selama ini kunanti? Untuk mengobati sakit hati yang perih ini? Aku berharap itu memang terjadi, dan menjadi pasangan cintaku yang abadi.
Esok kala pagi menyambut datangnya mentari, aku terbangun dan sadarkan diri, lalu segera lari ke kamar mandi, untuk bersuci menghadap sang maha menghidupi.
Siang itu di pertengahan ramadhan, aku ikut acara tadarrus Al-Qur'an, tepat dua kali seminggu sebelum lebaran. Ketika itu pula aku tertegun, melihat senyum manis gingsulmu yang anggun, dan itu membuatku tak bisa untuk 'mecucu' apalagi manyun.
Aku tak berani berkenalan apalagi membuka obrolan, yang kulakukan hanyalah tanya pada teman, siapa sih dia yang menawan?
Semenjak itu, semua bayang-bayang si pengkhianat, kini tak pernah muncul lagi walau sesaat, kata 'Move On' pun is possible ku perbuat, kini indah nikmat selalu melekat, semenjak pertemuanku denganmu meskipun hanya sesaat dan singkat, namun paras ayu dirimu begitu memikat, perasaan cinta yang tadinya sekarat kini menjadi sehat.
Cahaya Keindahan Malam, semoga senantiasa bersemayam menjadikan hati tentram, hingga kita kan tertawa bahagia penuh canda suka cita, bersama menyambut surya senja kembali terbenam.
(#Cahaya_Keindahan_Malam_Ilkhas
"Cahaya Keindahan Malam" #Part_2
Aku sukai tawa ceriamu ! Senyum tulus dengan bahagiamu, itulah kecantikan hati di dirimu.
Aku kagumi sikap baikmu ! Berikan yang terbaik untuk saudaramu, itulah keindahan jiwa di lakumu.
Aku cintai kesalikhahanmu ! Taat bercinta dengan Tuhanmu, itulah ibadah suci di hidupmu.
Aku sayangi keanggunanmu ! Sederhana dengan gayamu, itulah rias jelita di ronamu.
Aku tak tau, apakah lelaki lain juga merasa demikian? Yang jelas, saat melihat kau tersenyum, bahagialah hatiku. Saat ku dengar kata lembutmu, bergetarlah jiwaku.
Ah, tapi kau tak mungkin mengetahuinya. Ketika senja tiba, aku sangat antusias menyambutnya, berharap keindahan malam nanti kan kurasa, dan sukma senantiasa kan bercahaya.
#HeartWords
"Cahaya Keindahan Malam" #Part_3
Taukah kamu? Kamu memang belum lama menghiasi kalbuku, aku juga baru mengenalmu, juga belum tau siapa dan bagaimana sebenarnya dirimu?
Taukah kamu? Senyum gingsul cantikmu itu selalu terbayang di fikirku, entah bagaimana ini bisa terjadi di diriku?, mungkin karna pesona di pertemuan setahun yang lalu?
Taukah kamu? Andai aku bisa mengulang waktuku, tentu aku akan meminta untuk dipertemukan denganmu sejak masa kecilku, agar aku tau, siapa sebenarnya sosok bidadari tak bersayap yang ayu itu?
Taukah kamu? Kadang aku sakit jika kau tersakiti oleh orang yang dicintaimu, tapi kadang aku merasa lebih sakit jika kau tersenyum bahagia bersama pujaanmu, apakah aku cemburu? Benarkah begitu?
Taukah kamu? Aku bisa merasakan kenyamanan dan bahagia ketika bersamamu, meskipun itu baru hanya dalam imajinasiku, mungkinkah aku terlalu mengharapkanmu?
Taukah kamu? Aku suka lho sikap dan perhatian yang kau berikan pada adikmu, aku jadi lebih simpati pada adikku, bagaimana agar bisa selembut kasihmu? Maukah ajari aku?
Taukah kamu? Yang paling aku suka darimu adalah ceria dan bahagiamu, ku mohon pertahankanlah itu untuk mempercantik rona manismu, maukah kau berbagi bahagia denganku?
Taukah kamu? Meski memang cinta itu bisa naik atau turun, kadang mundur atau maju, tapi rasa kagumku padamu tak pernah layu, dapatkah kau terima edelweis cintaku?
Ah, aku hanya tersenyum tersipu, ketika kusadari betapa gilanya anganku, tapi tentu saja, bagaimanapun diriku, aku tetap mengharapkan Cahaya Keindahan Malam selalu menemani dalam tiap detik hidup matiku. .
#IlkhasSuharji_Heartwords
Tidak ada komentar:
Posting Komentar