“Pendaftaran Peserta Didik Baru”
Musim libur akhir semester genap tengah berlangsung, tapi suasana SMKN 1
Sapuran masih tampak sangat ramai, disana sedang berlangsung
pendaftaran penerimaan calon siswa baru, SMKN 1Sapuran sendiri merupakan
salah satu sekolah menengah kejuruan yang berada di Negara Indonesia,
lebih jelasnya di provinsi jawa tengah, lebih rinci lagi di Kabupaten
wonosobo, detailnya di kecamatan
sapuran dan tepatnya di dusun gedangan desa pecekelan. Sekolah ini
mempunyai empat program kejuruan yaitu Kejuruan Akuntansi, Tata Busana,
Tekhnik kendaraan ringan dan Tekhnik sepeda motor. Pendaftaran dimulai
sejak satu hari yang lalu, dan ratusan pendaftar yang kebanyakan
merupakan lulusan SMP sederajat sekecamatan sapuran, kepil, kalikajar,
kertek dan kalibawang ini tampak rapi berbaris mengantri untuk sekedar
mendapatkan formulir pendaftaran.
“waah banyak juga ya mbak yang daftar hari ini !” kataku pada mbak lela_sang ketua osis yang duduk disampingku.
“iya, alhamdulillah ya khas ! kemarin juga hampir sama seperti ini
ramenya, kamu sih malah nggak dari kemarin ikut njagain disni.” Jawab
mbak lela sambil masih mencatat nama-nama para pendaftar.
“hehe, maaf mbak, kemarin masih ditempate budhe di temanggung.” Aku memberi alasan kenapa aku tak bisa berangkat kemarin.
“ya dah nggak papa khas, yang penting kan kamu sudah disini sekarang. ” kata mbak lela sambil tersenyum.
“Hehe ok mbak ! semangat ! ”. Aku berkata sambil mengangkat kepalan tanganku, mbak lela hanya tersenyum melihat tingkahku.
Kami melayani para calon adik-adik kelas dengan ramah sambil
ngobrol-ngobrol. Sudah menjadi kebiasaan di sekolah ini untuk menjadikan
pengurus osis sebagai panitia pendaftaran siswa baru, dan para pengurus
osis pun dengan senang hati membantu para guru dan pihak sekolah,
hitung-hitung ini sebagai pengabdian dan wujud rasa cinta kami terhadap
sekolah . Sedang sibuk-sibuknya mencatat nama pendaftar, aku dikagetkan
dengan gertakan dari belakang oleh mas dayat_kakak kelasku anggota osis
juga seangkatan dengan mbak lela.
“Aah, mas dayat ngagetin aja deh, jadi kecoret nih ! ” kataku dengan agak cemberut.
“hahaha, sori-sori ilkhas peace !!!” jawabnya dengan mengacungkan dua
jari tanda damai, aku hanya tersenyum. Mas dayat memang orangnya
humoris, jadi semarah-marahnya kita ke dia kita tetap takkan bisa
menahan diri untuk sekedar tersenyum.
“bantuin sini mas, gantian!”
“ah nggak ah, kamu aja, eah jalan-jalan ke kota padang, kapan kita
madang?”. Kata mas dayat dengan pantun favoritnya kalau sudah merasa
laper, madang_sama artinya dengan makan.
“yeee, kamu mah
pikirannya itu mulu, nantilah ! baru jam segini juga”. Jawab mbak lela,
saat itu waktu masih menunjukkan sekitar pukul 10 pagi menjelang siang,
dan memang belum saatnya istirahat.
“yah, udah laper nih, dari
tadi belum sarapan.” Mas dayat dan mbak lela pun masih memperdebatkan
tentang kapan kita akan makan, sementara aku yang berada disamping
mereka hanya senyum saja melihat tingkah lucu mas dayat.
“maaf
kak, formulir untuk akuntansi satu !.” Suara salah seorang dari para
pendaftar, aku yang sedang mencatat seketika menghentikan aktivitasku
dan menoleh padanya. Didepanku berdiri seorang gadis manis imut dan
cantik, aku terpesona padanya hingga beberapa lama aku masih
memandangnya. (untung nggak mimisan)
“Kaaak,???” katanya menyadarkanku.
“oh iya maaf-maaf dek”. Aku segera mengambil satu formulir yang ada
disampingku, dan segera kuberikan padanya. “ini dek !” ia menerimanya
sementara aku masih memandangnya.
“maaf kak, sepertinya ini
formulir untuk otomotif kak !” ia mengembalikan formulirnya dan aku
lihat ternyata benar itu formulir otomotif, aku salah ambil ternyata.
“oh maaf dek, sebentar ya.” Aku ambilkan lagi satu formulir dan kali
ini sudah benar-benar aku check kalau itu adalah formulir untuk
akuntansi. “ini dek, maa ya dek.” Kataku sambil tersenyum malu padanya.
“iya kak, nggak papa kok, makasih ya kak.” Ia tersenyum padaku dan berjalan menemui teman-teman yang sudah menunggunya.
(#Part1_of_MYnovel_SilentlyLove)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar