Jumat, 20 Juni 2014

KERANGKA NOVEL

“Pendaftaran Peserta Didik Baru”

Musim libur akhir semester genap tengah berlangsung, tapi suasana SMKN 1 Sapuran masih tampak sangat ramai, disana sedang berlangsung pendaftaran penerimaan calon siswa baru, SMKN 1Sapuran sendiri merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan yang berada di Negara Indonesia, lebih jelasnya di provinsi jawa tengah, lebih rinci lagi di Kabupaten wonosobo, detailnya di kecamatan sapuran dan tepatnya di dusun gedangan desa pecekelan. Sekolah ini mempunyai empat program kejuruan yaitu Kejuruan Akuntansi, Tata Busana, Tekhnik kendaraan ringan dan Tekhnik sepeda motor. Pendaftaran dimulai sejak satu hari yang lalu, dan ratusan pendaftar yang kebanyakan merupakan lulusan SMP sederajat sekecamatan sapuran, kepil, kalikajar, kertek dan kalibawang ini tampak rapi berbaris mengantri untuk sekedar mendapatkan formulir pendaftaran.

“waah banyak juga ya mbak yang daftar hari ini !” kataku pada mbak lela_sang ketua osis yang duduk disampingku.

“iya, alhamdulillah ya khas ! kemarin juga hampir sama seperti ini ramenya, kamu sih malah nggak dari kemarin ikut njagain disni.” Jawab mbak lela sambil masih mencatat nama-nama para pendaftar.

“hehe, maaf mbak, kemarin masih ditempate budhe di temanggung.” Aku memberi alasan kenapa aku tak bisa berangkat kemarin.

“ya dah nggak papa khas, yang penting kan kamu sudah disini sekarang. ” kata mbak lela sambil tersenyum.

“Hehe ok mbak ! semangat ! ”. Aku berkata sambil mengangkat kepalan tanganku, mbak lela hanya tersenyum melihat tingkahku.

Kami melayani para calon adik-adik kelas dengan ramah sambil ngobrol-ngobrol. Sudah menjadi kebiasaan di sekolah ini untuk menjadikan pengurus osis sebagai panitia pendaftaran siswa baru, dan para pengurus osis pun dengan senang hati membantu para guru dan pihak sekolah, hitung-hitung ini sebagai pengabdian dan wujud rasa cinta kami terhadap sekolah . Sedang sibuk-sibuknya mencatat nama pendaftar, aku dikagetkan dengan gertakan dari belakang oleh mas dayat_kakak kelasku anggota osis juga seangkatan dengan mbak lela.

“Aah, mas dayat ngagetin aja deh, jadi kecoret nih ! ” kataku dengan agak cemberut.

“hahaha, sori-sori ilkhas peace !!!” jawabnya dengan mengacungkan dua jari tanda damai, aku hanya tersenyum. Mas dayat memang orangnya humoris, jadi semarah-marahnya kita ke dia kita tetap takkan bisa menahan diri untuk sekedar tersenyum.

“bantuin sini mas, gantian!”

“ah nggak ah, kamu aja, eah jalan-jalan ke kota padang, kapan kita madang?”. Kata mas dayat dengan pantun favoritnya kalau sudah merasa laper, madang_sama artinya dengan makan.

“yeee, kamu mah pikirannya itu mulu, nantilah ! baru jam segini juga”. Jawab mbak lela, saat itu waktu masih menunjukkan sekitar pukul 10 pagi menjelang siang, dan memang belum saatnya istirahat.

“yah, udah laper nih, dari tadi belum sarapan.” Mas dayat dan mbak lela pun masih memperdebatkan tentang kapan kita akan makan, sementara aku yang berada disamping mereka hanya senyum saja melihat tingkah lucu mas dayat.

“maaf kak, formulir untuk akuntansi satu !.” Suara salah seorang dari para pendaftar, aku yang sedang mencatat seketika menghentikan aktivitasku dan menoleh padanya. Didepanku berdiri seorang gadis manis imut dan cantik, aku terpesona padanya hingga beberapa lama aku masih memandangnya. (untung nggak mimisan)

“Kaaak,???” katanya menyadarkanku.

“oh iya maaf-maaf dek”. Aku segera mengambil satu formulir yang ada disampingku, dan segera kuberikan padanya. “ini dek !” ia menerimanya sementara aku masih memandangnya.

“maaf kak, sepertinya ini formulir untuk otomotif kak !” ia mengembalikan formulirnya dan aku lihat ternyata benar itu formulir otomotif, aku salah ambil ternyata.

“oh maaf dek, sebentar ya.” Aku ambilkan lagi satu formulir dan kali ini sudah benar-benar aku check kalau itu adalah formulir untuk akuntansi. “ini dek, maa ya dek.” Kataku sambil tersenyum malu padanya.

“iya kak, nggak papa kok, makasih ya kak.” Ia tersenyum padaku dan berjalan menemui teman-teman yang sudah menunggunya.

(#Part1_of_MYnovel_SilentlyLove)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar