"Lingsir Wengi Bernyanyi"
Ditengah malam berganti dini hari, orang jawa menyebutnya 'Lingsir
Wengi', Yaitu waktu antara pukul 01.00-03.00 pagi. Di yakini oleh banyak
orang bahwa itu adalah waktu keramat, dimana ada suatu kekuatan mistis
yang luar biasa hebatnya menggema di bumi.
Kebanyakan orang takut untuk keluar rumah di waktu tersebut, jangankan keluar rumah, bahkan jika mau ke kamar mandi yang ada di dalam rumahpun kadang tak ada yang berani, minimal harus ada yang menemani.
Namun itu tak berlaku untuk pemuda yang satu ini, sebut saja namanya
dengan 'ilkhas' (bukannya promosi, cuman daripada pakai nama yang lain
ntar kalau ada kesamaan nama, trus dituntut kan repot. Hehe:-D ), ia
adalah seorang pemuda sederhana yang mempunyai rona wajah selalu ceria,
walaupun tampan tapi dia pintar, solih, dan hebat. (pembaca yang
budiman/budiwati ! mohon maaf, di larang protes lho ya ! Haha:-P ).
Kalau menurut orang-orang banyak (masyarakat pada umumnya dan orang
jawa pada khususnya), menurut mereka di waktu 'Lingsir Wengi' itu adalah
waktu di mana mahluk-mahluk ghaib sebangsa 'kuntilanak, kuntilemak,
wewegombel, pocong, genderuwo, tuyul, suster ngesot, suster nggak
ngesot, zombie, vampire, dracula dkk' sedang sibuk-sibuknya mencari
mangsa. Apalagi jika kita menyanyikan gending lingsir wengi, mereka
percaya lagu itu adalah lagu pengundang kematian dan memanggil
kuntilanak 2. Hiii serem .
Tapi bagi ilkhas lain, dia meyakini akan kekeramatan waktu lingsir
wengi bukan sebagai waktu yang menyeramkan, justru pada waktu itu,
merupakan waktu yang sangat istimewa, kenapa? Karena. . . (Emmm. Kasih
tau nggak ya? hehe).
"Hallo, assalamu'alaikum !". Suara pemudi itu berhasil menerobos ruang
dan waktu melalui gelombang elektromagnetik hingga sampai terdengar di
telinga si pemuda sederhana.
Secepat kilat, ilkhas menekan
tombol merah yang berarti 'endcall' di ponselnya, niatnya sih cuman mau
misscall, eah ternyata kebablasan, dia bukannya pelit takut pulsanya
habis, tapi dia tak kuasa mendengar suara lembut penuh keanggunan dari
Dzahira, gadis solikhah pujaan hatinya.
"Wa'alaikumsalam
warokhmatullah wabarokatuh ya ukhti". Katanya pelan dengan mata terpejam
sembari tersenyum dan kedua tangan ditelengkupkan ke dada. Tampak
kemudian ia sibuk mengoprasikan ponselnya kembali.
"Keutamaan shalat malam:
- Segala yang diminta dalam do'a akan dikabulkan.
- Diampuni segala dosa dan kesalahan.
- Secara biologis membuat tubuh menjadi sehat.
- Dicintai Allah dan hambanya.
- Ucapan yang keluar dari mulutnya akan dipercaya oranglain.
Oleh karenanya, mari kita laksanakan ! Kita bernyanyi syair kecintaan
untuk sang illahi !". Itulah bunyi 'shortmessage' yang diterima Dzahira
beberapa menit kemudian. Dzahira yang memang juga ada perasaan suka pada
Ilkhas, tersenyum membaca sms tersebut.
"Syukron ilaikum, terimakasih ya mas telah membangunkan, mari kita bercinta dengan Allah . Assalamu'alaikum. ". Sms balasan dari Dzahira terbaca oleh ilkhas, bagaikan mendapatkan kado ulang tahun, ilkhas senang bukan main.
Tanpa banyak waktu lagi, segera ia pergi ke kamar mandi, untuk gosok
gigi dan wudhu mensucikan diri. Dalam dirinya, tak ada sedikitpun rasa
takut, ia tak pernah terfikir sedikitpun tentang misteri, padahal saat
itu wayahnya lingsir wengi, yang ada didalam dirinya hanyalah upaya
untuk selalu mencintai dan dicintai sang Illahi.
Begitu juga
yang dilakukan Dzahira, gadis cantik nan anggun dengan gingsul disebelah
kiri menambah manis parasnya ketika tersenyum, ia juga senantiasa
berupaya menjaga dirinya dari kebatilan dan selalu berhijab sesuai
syar'i. Kini ia telah selesai bersuci, kemudian memakai mukenanya,
menggelar sajadah dan siap menyanyikan lagu Qur'ani bermahabbah dengan
Allah yang maha suci.
Mereka tak pernah gentar sedikitpun
dengan rumor angkernya/mistisnya wayah lingsir wengi, karena yang mereka
yakini, pada waktu lingsir wengi itu bukanlah waktu munculnya
setan-setan seperti yang disebutkan tadi, tapi pada waktu lingsir wengi,
justru;
"Inilah waktu dimana Allah SWT Tuhan semesta alam,
turun dari langit ke bumi, untuk mencari siapa diantara hamba-hambanya
yang bangun dari mimpi dan menghadap kepadanya, yang mana barangsiapa
berdo'a kepadanya niscaya ia kabulkan segala permintaannya, dan barang
siapa memohon ampun atas segala dosa, niscaya akan diampuni semua
dosa-dosanya."
Itu sesuai dengan Firman Allah sendiri yang
terkandung di dalam Al-Qur'anul karim, yang mereka pegang teguh dan
mereka jadikan pedoman hidup. (Termasuk dalam hubungan cinta mereka).
Mungkin adanya rumor angkernya misteri lingsir wengi tadi hanyalah
upaya syetan agar manusia tidak/jarang menyanyikan gending suci Qur'ani
kepada sang illahi. Padahal diwaktu inilah yang didalam islam sangat
istimewa, lingsir wengi adalah waktu sepertiga malam terakhir yang juga
disebut 'Waktu untuk Tahajud', bersujud pada yang menciptakan wujud.
Selesai shalat hajat, tahajud dan wirid, sambil menunggu waktu subuh,
Dzahira mengambil mushaf aisyah (Al-Qur'an spesial untuk wanita), merdu
suaranya ketika melantunkan kalimatullah itu menambah kesempurnaan
keshalihahan di dirinya.
"Assalamu'alaikum, sekali lagi
terimakasih ya mas, semoga Allah senantiasa mempertemukan dan menyatukan
cinta kita dalam lindungannya". SMS Dzahira di waktu pagi.
"Wa'alaikumsalam, sama-sama dik, amin ya robbal'alamin". Ilkhas membalas
dengan hati penuh suka cita. Berharap Cinta suci mereka yang tinggal
beberapa waktu lagi akan syah secara agama maupun negara itu semoga
selalu berpondasi cinta illahi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar