Jumat, 20 Juni 2014

CERITA MISTERI

"Lingsir Wengi Bernyanyi"

Ditengah malam berganti dini hari, orang jawa menyebutnya 'Lingsir Wengi', Yaitu waktu antara pukul 01.00-03.00 pagi. Di yakini oleh banyak orang bahwa itu adalah waktu keramat, dimana ada suatu kekuatan mistis yang luar biasa hebatnya menggema di bumi.

Kebanyakan orang takut untuk keluar rumah di waktu tersebut, jangankan keluar rumah, bahkan jika mau ke kamar mandi yang ada di dalam rumahpun kadang tak ada yang berani, minimal harus ada yang menemani.

Namun itu tak berlaku untuk pemuda yang satu ini, sebut saja namanya dengan 'ilkhas' (bukannya promosi, cuman daripada pakai nama yang lain ntar kalau ada kesamaan nama, trus dituntut kan repot. Hehe:-D ), ia adalah seorang pemuda sederhana yang mempunyai rona wajah selalu ceria, walaupun tampan tapi dia pintar, solih, dan hebat. (pembaca yang budiman/budiwati ! mohon maaf, di larang protes lho ya ! Haha:-P ).

Kalau menurut orang-orang banyak (masyarakat pada umumnya dan orang jawa pada khususnya), menurut mereka di waktu 'Lingsir Wengi' itu adalah waktu di mana mahluk-mahluk ghaib sebangsa 'kuntilanak, kuntilemak, wewegombel, pocong, genderuwo, tuyul, suster ngesot, suster nggak ngesot, zombie, vampire, dracula dkk' sedang sibuk-sibuknya mencari mangsa. Apalagi jika kita menyanyikan gending lingsir wengi, mereka percaya lagu itu adalah lagu pengundang kematian dan memanggil kuntilanak 2. Hiii serem .

Tapi bagi ilkhas lain, dia meyakini akan kekeramatan waktu lingsir wengi bukan sebagai waktu yang menyeramkan, justru pada waktu itu, merupakan waktu yang sangat istimewa, kenapa? Karena. . . (Emmm. Kasih tau nggak ya? hehe).

"Hallo, assalamu'alaikum !". Suara pemudi itu berhasil menerobos ruang dan waktu melalui gelombang elektromagnetik hingga sampai terdengar di telinga si pemuda sederhana.

Secepat kilat, ilkhas menekan tombol merah yang berarti 'endcall' di ponselnya, niatnya sih cuman mau misscall, eah ternyata kebablasan, dia bukannya pelit takut pulsanya habis, tapi dia tak kuasa mendengar suara lembut penuh keanggunan dari Dzahira, gadis solikhah pujaan hatinya.

"Wa'alaikumsalam warokhmatullah wabarokatuh ya ukhti". Katanya pelan dengan mata terpejam sembari tersenyum dan kedua tangan ditelengkupkan ke dada. Tampak kemudian ia sibuk mengoprasikan ponselnya kembali.

"Keutamaan shalat malam:
- Segala yang diminta dalam do'a akan dikabulkan.
- Diampuni segala dosa dan kesalahan.
- Secara biologis membuat tubuh menjadi sehat.
- Dicintai Allah dan hambanya.
- Ucapan yang keluar dari mulutnya akan dipercaya oranglain.
Oleh karenanya, mari kita laksanakan ! Kita bernyanyi syair kecintaan untuk sang illahi !". Itulah bunyi 'shortmessage' yang diterima Dzahira beberapa menit kemudian. Dzahira yang memang juga ada perasaan suka pada Ilkhas, tersenyum membaca sms tersebut.

"Syukron ilaikum, terimakasih ya mas telah membangunkan, mari kita bercinta dengan Allah . Assalamu'alaikum. ". Sms balasan dari Dzahira terbaca oleh ilkhas, bagaikan mendapatkan kado ulang tahun, ilkhas senang bukan main.

Tanpa banyak waktu lagi, segera ia pergi ke kamar mandi, untuk gosok gigi dan wudhu mensucikan diri. Dalam dirinya, tak ada sedikitpun rasa takut, ia tak pernah terfikir sedikitpun tentang misteri, padahal saat itu wayahnya lingsir wengi, yang ada didalam dirinya hanyalah upaya untuk selalu mencintai dan dicintai sang Illahi.

Begitu juga yang dilakukan Dzahira, gadis cantik nan anggun dengan gingsul disebelah kiri menambah manis parasnya ketika tersenyum, ia juga senantiasa berupaya menjaga dirinya dari kebatilan dan selalu berhijab sesuai syar'i. Kini ia telah selesai bersuci, kemudian memakai mukenanya, menggelar sajadah dan siap menyanyikan lagu Qur'ani bermahabbah dengan Allah yang maha suci.

Mereka tak pernah gentar sedikitpun dengan rumor angkernya/mistisnya wayah lingsir wengi, karena yang mereka yakini, pada waktu lingsir wengi itu bukanlah waktu munculnya setan-setan seperti yang disebutkan tadi, tapi pada waktu lingsir wengi, justru;

"Inilah waktu dimana Allah SWT Tuhan semesta alam, turun dari langit ke bumi, untuk mencari siapa diantara hamba-hambanya yang bangun dari mimpi dan menghadap kepadanya, yang mana barangsiapa berdo'a kepadanya niscaya ia kabulkan segala permintaannya, dan barang siapa memohon ampun atas segala dosa, niscaya akan diampuni semua dosa-dosanya."

Itu sesuai dengan Firman Allah sendiri yang terkandung di dalam Al-Qur'anul karim, yang mereka pegang teguh dan mereka jadikan pedoman hidup. (Termasuk dalam hubungan cinta mereka).

Mungkin adanya rumor angkernya misteri lingsir wengi tadi hanyalah upaya syetan agar manusia tidak/jarang menyanyikan gending suci Qur'ani kepada sang illahi. Padahal diwaktu inilah yang didalam islam sangat istimewa, lingsir wengi adalah waktu sepertiga malam terakhir yang juga disebut 'Waktu untuk Tahajud', bersujud pada yang menciptakan wujud.

Selesai shalat hajat, tahajud dan wirid, sambil menunggu waktu subuh, Dzahira mengambil mushaf aisyah (Al-Qur'an spesial untuk wanita), merdu suaranya ketika melantunkan kalimatullah itu menambah kesempurnaan keshalihahan di dirinya.

"Assalamu'alaikum, sekali lagi terimakasih ya mas, semoga Allah senantiasa mempertemukan dan menyatukan cinta kita dalam lindungannya". SMS Dzahira di waktu pagi.

"Wa'alaikumsalam, sama-sama dik, amin ya robbal'alamin". Ilkhas membalas dengan hati penuh suka cita. Berharap Cinta suci mereka yang tinggal beberapa waktu lagi akan syah secara agama maupun negara itu semoga selalu berpondasi cinta illahi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar