"Explained_Pending"
"Besok bareng aja ya, berangkatnya !". Ajakku pada Putri Merpatiku, besok adalah hari dimana kami akan mengadakan aksi damai 'anti golput dan tolak money politik' bersama temen-temen Prophetic Leadership Center Wonosobo.
"Iya, insyaallah ." jawabnya.
Paginya, tanggal 6 april '14 tepat sehari setelah dia ultah kemarin. Berangkat dari tempat kerjaku di warung makan Tenda Biru Sapuran, aku naik bis jurusan sobo-porjo, (aku ngebis karena granday masih terkapar dibengkel). Sudah sampai kertek aku sms dia.
"Kamu udah di Sayangan kan? Aku pakai bis Merpati, baru sampai kertek."
"iya aku udah di sayangan, nanti pakai angkot aja biar bisa langsung di pasar." balasnya.
"Oh, ok ." jawabku.
Sampai di tugu sayangan aku turun dari bis, dan kulihat dia sudah menunggu, saat itu dia nampak sangat cantik dengan baju PLC yang berwarna merah menyala. Ucap salam lalu menunggu angkot jurusan kertek-sobo melintas. Tak beberapa lama melintaslah angkot kuning berbemper merah yang kemudian berhenti menghampiri kami dan kami segera masuk, didalam angkot aku ceritakan padanya tentang peristiwa kemarin malam, yaitu saat aku berusaha mau menjadi yang pertama mengucapkan happy birthday buatnya tapi malah pulsanya tepat habis di detik yang sama . Ia hanya tersenyum mendengar ceritaku.
Sampai dipasar, kami menuju toko penjual kain, untuk membeli kain spanduk putih guna untuk tanda tangan bersama nantinya. Setelah beli kami berjalan bersama menuju masjid jami', tiba dijami' ternyata temen-temen sudah lama menunggu, dan ketika mereka tau kalau aku dan Elma datang bersama, langsung deh heboh.
"Waaah Mama sama Papa baru aja datang, barengan lagi, pantesan ditunggu lama banget." ucap sebagian besar mereka. Tanggapanku sih biasa aja .
Setelah persiapan selesai, aksipun dimulai, kami pertama orasi keliling alun-alun wonosobo, lanjut ke taman Plaza, kemudian pasar induk, dan terakhir kembali lagi ke jami'. Saat itu aku ikut ber-Orasi, sementara Putri Merpatiku sibuk dengan memotret. Aksi kami ini bahkan dikawal oleh satu Unit Kelompok Polisi yang terdiri dari sekitar 15-17 polisi.
Selesai aksi, kami istirahat bareng ditaman jami', lalu shalat dzuhur dan setelah itu ke Perpusda untuk rapat pembentukan PLC-5, aku yang memimpin rapat (karena aku juga termasuk kandidat kepala sekolah PLC-V, dan Elma yang jadi WaKepseknya, atau sebaliknya. ).
Sorenya selesai rapat temen-temen pulang, termasuk elma dan aku.
"Mau langsung pulang?" tanyaku padanya.
"Iya." jawabnya singkat.
"Nggak M2M dulu? Kamu kan kemarin ultah, ya udah yuk ikut aku. Ntar aku yang beliin deh." ajakku sedikit maksa . Ia nurut saja, dan kami menuju penjual martabak unyil dipinggir jalan.
"Bu, beli martabaknya 4 ya bu." iya, aku pesen empat soalnya martabaknya kecil, aku pilih rasa coklat kacang 2, dan rasa pelangi 2.
Ketika aku merogoh saku mau bayar.
"Pakai ini aja." katanya dengan memberiku uang 10 ribuan.
"Enggak pakai ini aja, aku ada kok." aku tolak tawarannya, masak seorang cowok malah dijajanin sama cewek, kan gak maco banget ! Apalagi tadi aku yang ngajakin dia jajan, pake maksa lagi , gak mungkin dong yang bayarin malah dia. Emang gue cowok apanya? (Eah apaan?).
"Nggak papa pakai ini aja, itu nanti buat ngebisnya ." bujuknya.
"Enggak, pakai ini aja". Mulutku tetap konsisten mengatakan tidak, tapi tanganku sudah mengambil uang yang dia ulurkan . Ya soalnya aku fikir ada benarnya juga perkataan dia (sekalian aku bisa ngirit kwkwkwk), sementara dia hanya tertawa.
Setelah itu kami jalan ke arah Prajuritan (tempat pemberhentian bis), ditengah jalan ternyata berkumandang adzan ashar. Dia langsung menawariku mau shalat dimasjid dekat situ atau dirumah ? (subhanallah, ini nih yang membuatku jatuh cinta padanya, tiap kali aku bersamanya, dia langsung ngingetin aku pada Allah, semakin besar cintaku padanya, semakin besar pula cintaku pada Allah. ), aku jawab dirumah saja, karena masih sangat cukup waktunya sampai rumah. Ia setuju lagian mushala yang dekat situ nggak ada.
Didalam mobil, kami makan bareng martabak yang tadi kami beli. Dan ngobrol-ngobrol tentang kami berdua.
Sebenarnya aku mau menjelaskan tentang visiku dimasa depan bersamanya, tapi baru aja mau ngejelasin, eah malah udah sampai sayangan, dan dia harus turun .
"Yaaah, padahal baru aja mau ngungkapin." kataku.
"Nggak papa besok masih ada waktu, ok ! Assalamu'alaikum." pamitnya turun.
"Iya, ok deh, hati-hati ya ! Wa'alaikumsalam." ku pandangi dia dari balik kaca mobil, hingga mobil berjalan dan tikungan menghilangkan pandanganku darinya .
Beberapa hari setelahnya, aku dan dia sms.an, ngebahas dari hal-hal yang biasa saja, sampai hal-hal yang istimewa seperti:
"Apa niatku mencintainya? Sementara dia belum tentu menerimaku."
Dengan penuh kesadaran, pertimbangan dan perasaan, aku jawab:
"Aku berlindung kepada Allah dari syetan yang terkutuk !
Niatku Bismillahirrokhmanirrokhim pertama untuk membangun keluarga harmonis yang sakinah mawadah warohmah, untuk menjalankan kesempurnaan islam dan anugrah keturunan solikh dan solikhah, untuk membangun ikatan yang saling tawasuf bil haq wa tawasuf bis sobri menuju syurga Allah, untuk bersama-sama membanggakan keempat orangtua, untuk bersama-sama membangun usaha dan mensejahterakan masyarakat. Dan selanjutnya kita musyawarahkan bersama.
Dalam setiap usaha, antara kita disetujui atau diterima, atau mungkin belum diterima tidak menjadi permasalahan, dengan kita mencoba kita dapat evaluasi tindakan kita. ."
#Elma
Tidak ada komentar:
Posting Komentar