"Mbak_Tri_Wahyuni"
Ini adalah ceritaku saat aku kelas X di SMEKSA (SMKN 1 Sapuran), waktu
itu aku mengambil jurusan keahlian Akuntansi dan kelasku adalah X AK 1
atau biasa disebut X-Tacy/Asaki. Kelasku ini berada paling pojok selatan
diantara deretan kelas X akuntansi (gedung ini biasanya juga dipakai
untuk Aula, jadi bisa dibilang gedung multifungsi gitu) disamping depan
kelasku ada kelas XII AK 1, (Naah
dikelas inilah ada seseorang yang senantiasa menggetarkan hatiku ketika
aku bertemu dengannya dan dialah Cewek kakak kelas pertama disepanjang
hidup seorang ilkhas suharji yang mampu membuat getaran-getaran kagum
dan nge-fans padanya. ).
Dia adalah mbak Tri, nama lengkapnya Tri Wahyuni, aku sangat kagum
padanya (entah bagaimana bahagianya diriku kalau aku punya kakak
sepertinya), hampir setiap hari aku selalu melihat senyum cerianya,
ketika dia berangkat atau pulang sekolah. Satu hal yang menjadi ciri
khas mbak tri yaitu rambut hitam indahnya yang selalu dikucir kesamping
kanan atau kiri dan jaket tanpa lengan warna coklat/hitam yang selalu ia
kenakan, serta satu lagi sikap cerianya yang menambah kesan tomboy
feminin didirinya. (Ya ampun, kenapa saat nulis ini dan melihatnya dalam
bayangan, hatiku masih bergetar hebat seperti ini? )
Setiap istirahat sekolah, ketika temen-temen yang lain pergi ke kantin,
aku lebih suka duduk di depan kelas dan melihat pintu kelas XII AK 1
yang sedikit terbuka, dan disana dibangku paling depan urutan kesamping
no dua dari pintu terlihat Mbak Tri sedang duduk mengerjakan tugas atau
sedang bercanda ria bersama teman-temannya. Karena terlalu seringnya
aku langganan memandanginya dari luar tiap istirahat, pernah suatu
ketika aku ketahuan atau lebih tepatnya kepergok oleh teman-teman mbak
tri, dan dengan segera mereka menutup pintu sehingga aku tak bisa
melihatnya (huh Kejam )
Mbak Tri juga menjadi seorang petugas BMM (Bank Mini Mandiri), sehingga
ketika aku baru saja tau, aku langsung membuka rekening dan saldo
pertamaku waktu itu adalah Rp.500,-. Pokoknya tiap kali yang jaga mbak
tri aku pasti akan segera semangat sekali nabung, tapi kalau bukan dia,
aku males. .
(#Ternyata:
Ketika kita sudah suka/cinta pada seseorang. Biasanya kita rela
melakukan apapun demi mendapatkannya). Suatu saat ketika di Lab. KKPI,
salah seorang temanku menemukan ada foto-foto dokumentasi kakak Dewan
Ambalan, dan ternyata disana ada fotonya Mbak Tri. Tak perlu pikir
panjang sehari setelahnya aku langsung beli Flashdisk untuk menyimpan
foto-fotonya mbak Tri tersebut (meski akhirnya aku harus rela tidak
jajan selama 2 minggu dan tiap hari nggak bisa naik bis ke sapuran, tapi
jalan kaki dari SMK sampai Talunombo, lewat Koplak :-D) tapi itu semua
tak menjadi masalah, yang terpenting aku bisa mendapatkan Mbak Tri
(meski hanya fotonya. )
Pernah juga ketika kakak-kakak Kelas XII sedang Try Out, aku mengawasi
mencari tau, diruangan mana mbak Tri berada. Dan ketika hari terakhir
dan Try Out sudah selesai, aku sengaja pulang sore-sore dan ketika sudah
tidak ada orang di Sekolah, aku menuju ruang tempat mbak Tri try out.
Tapi sampai di depan ruangan ternyata malah sudah dikunci pintunya.
Terpaksa mau nggak mau aku harus memanjat keatas pintu dan melepas
kancing atas pintu lewat ventilasi atas. Dan akhirnya berhasil terbuka,
segera kucari dimana tempat duduk mbak Tri, ketika terketemukan, aku
langsung mengambil foto yang tertempel di meja tempat duduknya. (Yes aku
dapat fotonya_aku meloncat kegirangan )
Setelah UN berlangsung dan tinggal menunggu pengumuman bagi kelas XII,
Aku mulai khawatir dan takut, itu artinya hanya tinggal sebentar aku
bisa melihat mbak Tri, setelah itu mbak Tri akan meninggalkanku sendiri ?
Oh tidak ! Aku harus mencari cara untuk bisa mendapatkan suatu hal /
kenangan bersamanya, aku harus setidaknya berani bicara padanya tentang
isi hatiku.
Kulihat mbak Tri sedang duduk di balkon depan
kelasku, "Waaah ini kesempatan bagus untukku !" fikirku dalam hati. Tapi
aku tak berani, jangankan bicara padanya, mendekatpun tak kuasa, aku
hanya melihatnya dari dalam kelas.
"Hai, khas ? Ngapain kamu?" rupanya Hesti_salah satu temanku curiga dengan tingkahku.
"Nggak papa hes, " jawabku.
"Ooh, jadi dari tadi kamu ngelihatin kakak kelas itu to ! Kamu suka sama dia?" tanya hesti seperti bisa meramal isi hatiku.
"Eng. . . eng. . . Enggak hes, a. . A. . Aku cuman nge-fans sama dia, iya ngefans." jawabku grogi.
Tanpa babibu, hesti mencekal lenganku dan menyeretku keluar.
"Ada apa si hes?" tanyaku heran.
"Udah, pokoknya ikut aku !". Hesti ternyata membawaku ke tempat dimana
mbak Tri duduk, mbak Tri sedang ngobrol dengan teman karibnya_mbak
Janah.
"Mbak, maaf mbak, teman saya ada yang mau kenalan !" kata hesti, sambil menunjukiku padanya
"Oh ya dik boleh, Namanya siapa?" jawab mbak Tri, dan akupun memperkenalkan diri.
"Mbak, saya boleh minta tanda tangannya nggak?" pintaku padanya.
"Oh boleh banget dik, dimana?".
Aku segera berlari menuju kelas dan mengambil buku besar akuntansiku.
"Disini mbak !" aku menyerahkan bukuku, dan mbak Tri mulai menulis
diiringi sunggingan senyuman manisnya. Ternyata tak hanya tanda tangan
tetapi dia menuliskan kata seperti ini:
||"Don't Forget me ! Ilkhas"
"Beauty isn't in the face, beauty is light in the heart"
TTD:
Tri Wahyuni ||
ditambah fotonya dan no.Hp.nya.
Waaah, bahagianya aku , kertas itu langsung aku hiasi dan ku laminating, sampai sekarang kertas itu masih ada dikamarku ! Dan memacu SEMANGATKU ! .
(#thanks_Hesty_MEI_2010_TW)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar