Minggu, 02 Februari 2014

Cerita_Ku

"Mbak_Tri_Wahyuni"


Ini adalah ceritaku saat aku kelas X di SMEKSA (SMKN 1 Sapuran), waktu itu aku mengambil jurusan keahlian Akuntansi dan kelasku adalah X AK 1 atau biasa disebut X-Tacy/Asaki. Kelasku ini berada paling pojok selatan diantara deretan kelas X akuntansi (gedung ini biasanya juga dipakai untuk Aula, jadi bisa dibilang gedung multifungsi gitu) disamping depan kelasku ada kelas XII AK 1, (Naah dikelas inilah ada seseorang yang senantiasa menggetarkan hatiku ketika aku bertemu dengannya dan dialah Cewek kakak kelas pertama disepanjang hidup seorang ilkhas suharji yang mampu membuat getaran-getaran kagum dan nge-fans padanya. ).

Dia adalah mbak Tri, nama lengkapnya Tri Wahyuni, aku sangat kagum padanya (entah bagaimana bahagianya diriku kalau aku punya kakak sepertinya), hampir setiap hari aku selalu melihat senyum cerianya, ketika dia berangkat atau pulang sekolah. Satu hal yang menjadi ciri khas mbak tri yaitu rambut hitam indahnya yang selalu dikucir kesamping kanan atau kiri dan jaket tanpa lengan warna coklat/hitam yang selalu ia kenakan, serta satu lagi sikap cerianya yang menambah kesan tomboy feminin didirinya. (Ya ampun, kenapa saat nulis ini dan melihatnya dalam bayangan, hatiku masih bergetar hebat seperti ini? )

Setiap istirahat sekolah, ketika temen-temen yang lain pergi ke kantin, aku lebih suka duduk di depan kelas dan melihat pintu kelas XII AK 1 yang sedikit terbuka, dan disana dibangku paling depan urutan kesamping no dua dari pintu terlihat Mbak Tri sedang duduk mengerjakan tugas atau sedang bercanda ria bersama teman-temannya. Karena terlalu seringnya aku langganan memandanginya dari luar tiap istirahat, pernah suatu ketika aku ketahuan atau lebih tepatnya kepergok oleh teman-teman mbak tri, dan dengan segera mereka menutup pintu sehingga aku tak bisa melihatnya (huh Kejam )

Mbak Tri juga menjadi seorang petugas BMM (Bank Mini Mandiri), sehingga ketika aku baru saja tau, aku langsung membuka rekening dan saldo pertamaku waktu itu adalah Rp.500,-. Pokoknya tiap kali yang jaga mbak tri aku pasti akan segera semangat sekali nabung, tapi kalau bukan dia, aku males. .

(#Ternyata: Ketika kita sudah suka/cinta pada seseorang. Biasanya kita rela melakukan apapun demi mendapatkannya). Suatu saat ketika di Lab. KKPI, salah seorang temanku menemukan ada foto-foto dokumentasi kakak Dewan Ambalan, dan ternyata disana ada fotonya Mbak Tri. Tak perlu pikir panjang sehari setelahnya aku langsung beli Flashdisk untuk menyimpan foto-fotonya mbak Tri tersebut (meski akhirnya aku harus rela tidak jajan selama 2 minggu dan tiap hari nggak bisa naik bis ke sapuran, tapi jalan kaki dari SMK sampai Talunombo, lewat Koplak :-D) tapi itu semua tak menjadi masalah, yang terpenting aku bisa mendapatkan Mbak Tri (meski hanya fotonya. )

Pernah juga ketika kakak-kakak Kelas XII sedang Try Out, aku mengawasi mencari tau, diruangan mana mbak Tri berada. Dan ketika hari terakhir dan Try Out sudah selesai, aku sengaja pulang sore-sore dan ketika sudah tidak ada orang di Sekolah, aku menuju ruang tempat mbak Tri try out. Tapi sampai di depan ruangan ternyata malah sudah dikunci pintunya. Terpaksa mau nggak mau aku harus memanjat keatas pintu dan melepas kancing atas pintu lewat ventilasi atas. Dan akhirnya berhasil terbuka, segera kucari dimana tempat duduk mbak Tri, ketika terketemukan, aku langsung mengambil foto yang tertempel di meja tempat duduknya. (Yes aku dapat fotonya_aku meloncat kegirangan )

Setelah UN berlangsung dan tinggal menunggu pengumuman bagi kelas XII, Aku mulai khawatir dan takut, itu artinya hanya tinggal sebentar aku bisa melihat mbak Tri, setelah itu mbak Tri akan meninggalkanku sendiri ? Oh tidak ! Aku harus mencari cara untuk bisa mendapatkan suatu hal / kenangan bersamanya, aku harus setidaknya berani bicara padanya tentang isi hatiku.

Kulihat mbak Tri sedang duduk di balkon depan kelasku, "Waaah ini kesempatan bagus untukku !" fikirku dalam hati. Tapi aku tak berani, jangankan bicara padanya, mendekatpun tak kuasa, aku hanya melihatnya dari dalam kelas.

"Hai, khas ? Ngapain kamu?" rupanya Hesti_salah satu temanku curiga dengan tingkahku.

"Nggak papa hes, " jawabku.

"Ooh, jadi dari tadi kamu ngelihatin kakak kelas itu to ! Kamu suka sama dia?" tanya hesti seperti bisa meramal isi hatiku.

"Eng. . . eng. . . Enggak hes, a. . A. . Aku cuman nge-fans sama dia, iya ngefans." jawabku grogi.

Tanpa babibu, hesti mencekal lenganku dan menyeretku keluar.

"Ada apa si hes?" tanyaku heran.

"Udah, pokoknya ikut aku !". Hesti ternyata membawaku ke tempat dimana mbak Tri duduk, mbak Tri sedang ngobrol dengan teman karibnya_mbak Janah.

"Mbak, maaf mbak, teman saya ada yang mau kenalan !" kata hesti, sambil menunjukiku padanya

"Oh ya dik boleh, Namanya siapa?" jawab mbak Tri, dan akupun memperkenalkan diri.

"Mbak, saya boleh minta tanda tangannya nggak?" pintaku padanya.

"Oh boleh banget dik, dimana?".

Aku segera berlari menuju kelas dan mengambil buku besar akuntansiku.

"Disini mbak !" aku menyerahkan bukuku, dan mbak Tri mulai menulis diiringi sunggingan senyuman manisnya. Ternyata tak hanya tanda tangan tetapi dia menuliskan kata seperti ini:

||"Don't Forget me ! Ilkhas"

"Beauty isn't in the face, beauty is light in the heart"

TTD:
Tri Wahyuni ||

ditambah fotonya dan no.Hp.nya.

Waaah, bahagianya aku , kertas itu langsung aku hiasi dan ku laminating, sampai sekarang kertas itu masih ada dikamarku ! Dan memacu SEMANGATKU ! .

(#thanks_Hesty_MEI_2010_TW)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar