Minggu, 02 Februari 2014

Fiktif

"Hari Ini_Ku"

"Sorry khas, sepertinya kita tetep harus bicarakan hal ini". kata Rizky Eka padaku.

"Udah lah ka, nggak perlu dijelasin aku dah tau kok !" jawabku cuek, mungkin hatiku masih sakit karena melihat mantanku (yang begitu sangat kucintai, tetapi putus tanpa sebab) sekarang menjadi kekasih sahabat baik ku sendiri.

"Tapi khas, ya udah kalau gitu makasih atas pengertianmu pada kami, khas. " katanya, dan mereka berdua malah bercanda mesra didepan mata kepalaku sendiri. Remuk redamlah hatiku ini, layaknya kota nagasaki yang di bom atom oleh sekutu, hancur berkeping-keping. .

"Lho mas, kok malah bengong sih !" kata mantanku padaku. (Ketika aku memandangnya, aku jadi tau, mungkin dulu ia minta putus padaku, hanya karna faktor tinggi badanku yang tak memenuhi kriterianya, dan setelah putus dariku ia mencari cowok yang tinggi untuk perbaikan keturunan, dan kemudian menemukan eka trus jadian. Kejamnya ! )

"Oh ya khas, daripada bengong, mending aku minta fotoin kami berdua ya?" pinta eka padaku, sambil menyodorkan HP smartfren putihnya.

Aku ambil HP-nya tanpa sepatah katapun terucap dari mulutku. Mereka foto dengan pose-pose yang super alay banget, salah satunya mereka menggembungkan kedua pipi mereka dan telunjuk mereka saling menutup bibir berlawanan.

"Ya ampun, tidak cukup puaskah kalian berdua menari diatas tangisan hatiku? ." umpatku dalam hati.

Ku tahan semua penderitaanku ini untuk kebahagiaan mereka berdua. Hingga saat ku lihat mereka saling menatap mata, dan perlahan wajah mereka semakin dekat dan dekat (mungkinkah mereka akan . . . ) Aku tak kuat melihat ini, dan aku berteriak meluapkan segala isi hatiku.

"JA. . JA. . .JANGAAAAAAN ! "

"Jangan apa mas? Ooh jangan tempe yang kemaren sore itu? Masih tuh dibawah, di mangkuk yang saya tutupin piring, habisin aja, udah pada makan kok. ". Suara Anam (adikku di Asrama) menyambut keterbangunanku dari mimpi buruk.

Alhamdulillah, ternyata itu semua hanya mimpi.

"Ya ampun Anam, barusan aku mimpi buruk !". Kataku dengan nafas yang sedikit ngos-ngosan.

"Emang, mimpi apa mas? Haha, aku tau, pasti mimpi kalau 'Jangan tempe' masakan ibu kemarin aku habisin ya? Padahal mas belum makan? Ya kan?" tebaknya ngawur. (Oh ya perlu diketahui, kalau didaerah wonosobo 'Jangan' itu sama artinya dengan 'masakan berkuah', contoh lainnya ada jangan gori, jangan buncis, jangan terong dll. Intinya disini 'Jangan'='Masakan' ).

"Bukan itu anam, tadi aku ngimpi kalau si Tiwi jadian sama Eka, trus mereka mesra-mesraan gitu didepanku, sakit banget tau nggak sih nam. ". Kataku menjelaskan.

"Hahaha, kasian banget, trus mas ilkhas tadi berantem gitu nggak sama temene untuk memperebutkan Tiwi?". Tanyanya menyelidik

"Enggaklah, kan dia sahabatku, lagian aku juga gak berani sama dia, secara fisik aku kalah telak nam hehe". Jawabku

"haha, lagian ngapain sih mas mimpiin mereka, mending mimpiin aku aja, kita kan bisa bertemu di konoha, trus gabung sama kakashi, shikamaru, sakura, hinata dan temen-temen lainnya untuk melawan Obito dan Madara !" Si Anam mulai ngekhayal. (Oh ya, aku dan anam emang super imajinatif abis. Apalagi kalau tentang Naruto. Kemarin aja seharian penuh aku sama dia ngobrolin tentang Naruto dari awal sampai akhir. Pokoknya kalau udah ngobrolin naruto kita lupa segalanya )

"Yee, kalau aku bisa mah mending gak usah ikut perang ngelawan si obito atau madara. Mending pakai jurus kagebunshin no jutsu trus nyamar jadi Naruto trus pacaran sama Hinata di Mugen Tsukoyomi, waaah pasti asyik banget. ." aku mulai tertular ngekhayal.

"Ah, kalau gitu aku nanti juga mau ngajak Temari nge-date kebukit pasir haha kan asyik." ia mulai nyaingin aku.

"Eah, mending kita bareng-bareng aja Ngapelnya, trus jadi double couple-an gitu, gimana?" ajakku.

"Ok, tempatnya mau dimana?"

"Kalau di pemandian air panas yang biasanya aja gimana? Sambil Berendam gitu. Setelah itu pergi ke daerah Kirigakure main ke tempate Mizukage, gimana?"

"Boleh, boleh zieapzs dah mas. Setuju." anam meng-accepting ideku.

"Ok, kalau gitu cepetan mandi dulu gih sana, trus berangkat sekolah, trus cepet pulang, naah malemnya kita laksanakan mimpi kita bareng ! Cepetan mandi ! Dasar, masak anak sekolahan jorok banget jam segini belum mandi, cepetan mandi ntar telat lho." perintahku ke Anam.

"Yee, aku mah udah mandi dari tadi mas. Mas ilkhas tuh yang belum." ia menyangkal.

"Muka kamu masih lusuh kaya gitu kok bilang dah mandi, jangan bohong !" aku tak percaya.

"Beneran mas, Ciyuss deh aku dah mandi. ." ia sok sok Lebay.

"Tapi kok, oh ya ding muka kamu kan mandi nggak mandi sama aja Lusuhnya. Hehe. . Tapi kayaknya ada peningkatan deh, kamu lebih terlihat fresh." ejekku.

"Yee, gini-gini tadi pakai emm. . ."

"Pakai apa? Jangan bilang kamu pakai Garnier-man ku ya?"

"Enggaklah mas, nggak banyak maksudnya. "

"Ya udah nggak papa, udah sana berangkat dah jam 7 tuh" kataku menyuruhnya berangkat sekolah.

"Tapi mas. . ."

"Tapi apa? Udah, mimpi ke negeri narutonya kita lanjut nanti sepulang sekolah ! Udah sana berangkat ! "

"Tapi . . ."

"Udah nggak ada tapi-tapian, Berangkat nggak !" aku ambil bantal dan posisi siap melemparkan ke arahnya.

"Tapi mas, uang sakunya mana?"

"Oh iya" (ku ambil dompet) "ini 10ribu, tapi kembali Rp.1.750,- ya! Untuk nge ganti Garnierku."

"Nggak mau weeek ." si Anam langsung lari ngacir keluar kamar kayak dikejar Anjingnya pak RT.

(#Pagi_26_Januari_2014)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar