Rabu, 22 Januari 2014

Kejadian

"Ayam_Rumah_dan_Ibuku"

"Mas, nanti pulang ya! Ayam kamu yang warna item tadi pagi kayak mau mati, trus sekarang udah dimasak sama ibu." begitulah sms dari adikku_Tia yang membuatku sedikit shock, saat itu aku sedang berada dalam acara Ultah saudaraku_eczo baczaz di RM. Putra Gewos, selera makanku langsung menurun setelah mendengar kabar duka itu (hingga kue ultah coklat yang sedang aku makan tidak kuhabiskan, cuman aku ambilin coklatnya saja >habis enak banget sih coklatnya ).

"Gas, nanti kerumahku ya ! Ada maulid nabi ditempatku" ajakku ke bagas.
"ok, has. Nanti aku sama si mat tak ke kamu" jawab bagas meng-accepting ajakanku.

Selesai acara, aku mengantar Anam kerumahnya di Kembaran, Kalikajar. Lalu pulang ke Sambek, sekitar pukul 18:43 WIB aku berangkat dari Sambek ke Talunombo, sampai dirumah sekitar pukul 19:31, dirumah sudah ada Bagas dan Si mat.

"Khas, kamu pembohong ! Maulid nabinya bukan sekarang, tapi masih besok! :@ " kata bagas setibanya aku membuka pintu.

"oh, apa iya? Tadi Tia sms katanya nanti malem !" jawabku mengelak.

"yee, emang besok kali, coba bukak lagi sms.nya, aku kan bilangnya senin malem, bukan malem senin !" Tia ikut menimpali, lalu aku lihat sms tia di HP, dan ternyata memang benar, aku salah paham, mungkin karna shock mendengar kabar ayamku mati jadi salah baca sms.nya. :$ .

"Aku kecewa sama kamu khas ! Ya udah ayo mat kita pulang saja." kata bagas dengan nada marah.

"Maaf gas, aku tadi salah baca sms.nya. Jangan pulang dulu dong, kan aku baru aja sampai rumah." aku mencoba meredam kemarahannya.

"Pak, Bu, saya sama mat mau pamit pulang." Bagas malah nyuekin aku dan pamitan sama ortuku.

"Kok mau pulang sekarang sih, kan ilkhas baru aja sampai rumah." kata ibuku.

"Ilkhas nyebelin sih bu, jadi males disini." jawab bagas.

"Ya sudah, kalau mau pulang, makan dulu sana, ada ayam goreng spesial tuh. Sudah ibu sediakan!" lalu ibu mengambilkan piring untuk makan mereka. Mereka berdua segera ke meja makan sambil senyum-senyum, kayak seneng banget gitu.

"Heh, kalian mau ngapain ! Kalian nggak boleh makan ini, ini kan ayamku ! Kalau kalian mau makan ini, kalian harus baikan dulu sama aku ! :@ " kataku pada mereka ketika mereka mau mengambil ayam goreng spesial masakan ibu.

Mereka galau antara baikan sama aku trus makan ayam, atau masih marahan dan nggak bisa menikmati lezatnya ayam goreng yang sudah di depan mata. :-S .

"Ya dah deh khas, kita baikan ya ! ." sesuai dugaanku kemarahan mereka pasti akan segera luluh karena ayam goreng itu. (Haha, begitu rendahnya konsistensi kemarahan mereka. ).

"ok, ya dah sekarang ayo kita makan bareng. " aku mempersilahkan mereka makan. Mereka sungguh lahap sekali makannya, entah karena kelaparan atau karena enaknya masakan ibuku. Sampai-sampai si mat nambah nasi (padahal nggak aku tawarin haha ).

Selesai makan, kami bertiga nonton TV dan ngobrol macam-macam, mulai dari masalah cewek sampai bebek, dari masalah pacar sampai ular, dari masalah cantik sampai itik, mulai dari masalah centil sampai kim***. Pokoknya banyak banget yang kita bahas. Hingga sampai suatu saat dimana mereka mau pamit pulang.

"Pak, bu, berhubung sudah malam kami mau pamit pulang." kata mereka ke ortuku.

"Lho kok cepet-cepet mau pulang, mbok nanti aja, ngapain lama-lama disini?." kata bapakku basa-basi.

"udah malem lho, kalian beneran mau pulang? Nggak takut?." kata ibuku.

"Haha, masak sih kami yang keren-keren kaya gini takut. Haha nggak banget lah bu." si Mat sok berani.

"oh, jadi beneran nggak takut? Kemarin temen kerja ibu 3 orang diikutin mbak kunti lho dijalan yang gelap itu. . . (Bla,bla,bla ibuku terus bercerita)". Tapi emang bener sih, katanya jalan yang menuju ke rumahku yang agak gelap trus samping kanan kirinya hutan, terkenal keseremannya, banyak sekali penampakan yang kadang muncul disana, orang-orang menamai daerah itu dengan nama 'Sapu Angin'.

Mendengar cerita ibuku yang super serem abis, mereka akhirnya mengakui bahwa mereka ketakutan untuk pulang kerumah. . Hahaha.

"ya udah, kalau gitu kami nginep sini aja ya bu !" pinta mereka berdua.

"Nggak boleh ! Kalian nggak boleh nginep disini, ini kan rumahku, kalau kalian mau nginep sini, kalian harus ngasih uang sewa inap ke aku per orang Rp.5.000,- semalam. Mau nggak?" kataku pada mereka, setelah tiba-tiba ada ide bisnis diotakku. (Pemanfaatan peluang usaha ).

Lagi-lagi mereka galau segalau-galaunya. Bingung antara nginep tapi harus bayar uang sewa, atau pulang dengan resiko bertemu mbak kunti. :-S .

"ya dah khas, kita berdua nginep aja dah, ini uangnya !" kata bagas sembari memberiku uang 10ribuan.

Akhirnya malam itu, mereka berdua nginep dirumahku dan tidur dengan nyenyaknya.

Dan saat aku ke dapur menemui ibuku.
"Gimana khas, ibu hebat kagak? ." kata ibuku dengan tersenyum bangga.

"Keren banget bu, ibu pinter banget sih, aku bangga banget punya ibu pinter dan cakep kaya ibu, love you mam, you're the best for me." kataku pada ibu.

"yes, i think so." jawab ibuku

"lho, emang ibu maksud artinya apa?" tanyaku

"enggak, haha" ibuku malah ketawa, (ya udah nggak papa, yang penting ibu udah memberiku 2 keuntungan: #pertama: karna ide ibu menyuruh mereka makanlah mereka jadi memaafkanku.
#kedua: karna ibu menceritakan cerita serem pada mereka, aku jadi dapat income Rp.10.000,- ) aku lalu memeluk ibuku.

#THANKS_MOOM .

#Bagas_Mat_Maaf .

(Kejadian 12 januari 2014)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar