Sabtu, 11 Januari 2014

Kisah Wisuda

"Hari Wisudaku_Ayah"

- 16 April 2012: Hari ulang tahunku yang ke 17 dihadiahi kado istimewa yaitu UJIAN NASIONAL.

- 24 Mei 2012: aku pulang dari purworejo, sampai dirumah sekitar pukul 21:00 WIB, jalan kaki dari jalan patahan longsor di daerah Burat dan dijemput bapak setelah sampai depan kecamatan kepil.

- 25 mei 2012: aku mencari celana hitam dan kemeja putih dirumah, serta meminjam jas hitam. Dapat pinjaman jas dari wo mah (jas nikah suaminya yang kebetulan pas dipakai olehku). Sore harinya aku berangkat ke SMK, ya aku menginap disana, dan memang selama kelas xii aku tinggal di Sekolahan (tepatnya diruang takmir masjid Al-Maghfirah SMKN 1 Sapuran).

- 26 Mei 2012: Hari ini hari wisudaku, semua teman-temanku dari pagi dini hari sudah sibuk mempersiapkan diri dihari istimewa ini, tidak sedikit yang sampai rela harus ngantri di Salon untuk make-up, terutama untuk para calon wisudawati, bahkan ada teman cowokku yang juga ke salon. Tapi lain di aku, mungkin akulah satu-satunya yang cuek dengan hari ini, Aku anggap biasa saja. Aku bangun dan mandi seperti hari biasanya.

- Sekitar pukul 07.37 WIB: Bapak datang sampai disekolah dan langsung menemuiku (seperti biasa bapak selalu tampil sangat sederhana, hanya celana jeans dan baju batik merah yang sudah 2th ini ia beli, serta sendal carvile kesayangannya disertai topi coklat pemberianku yang menghiasi tubuhnya). Ia membawakanku kemeja putih yang baru selesai diambil dari tukang jahit didesaku.

- Saat hiburan dalam ceremonial: aku melihat bidadari/mentari pujaan hatiku ikut memeriahkan acara wisuda dengan membawakan tarian tradisional entah tari merak atau apa, bersama teman-temannya, aku ingat ia memakai busana warna kuning keemasan.

- Saat wisuda: namaku dipanggil untuk maju ke panggung, aku melangkah dengan tegap dan saat dikalungkan samir dileherku dan aku dipeluk oleh ayahku (bukan bapak, tapi ayah, ayah adalah Kepala Sekolahku) aku melihatnya dan tersenyum padanya, ternyata beliau tak kuasa meneteskan airmata. Itu membuat aku juga terharu tanpa sadar mataku juga membendung air mata, setelah bersalaman dengan guru-guru yang lain aku kembali ke tempat dudukku. Aku melihat ke arah bapak dan beliau tersenyum padaku.

- Saat pengumuman kelulusan: Bapak dan para orangtua seluruh wisudawan wisudawati berada di ruang kelas untuk mengambil surat keterangan kelulusan. Sementara aku dan teman-teman ADU AKSI (Anak DUabelas AKuntansi SIji) menunggu didepan kelas x ak 3. Teman-teman asyik berfoto-foto ria bersama, semua terlihat sangat bahagia. Kecuali aku, entah saat itu aku hanya ingin menangis dan menangis. 'Kenapa harus secepat ini?' tanyaku dalam hati. Aku merasa, aku pasti akan sangat merindukan tempat ini (sekolahku yang juga menjadi rumahku). Saat aku lihat ke arah gedung lab.komputer, samar-samar aku melihat Pak Bambang Sriyono (Kepala Sekolah dan Ayah angkatku, ya selama kelas xii biaya sekolahku ditanggung oleh beliau). Ku perhatikan beliau mendekat dan semakin mendekat, aku bergegas menyambut beliau, yang langsung disusul oleh teman-teman. Dalam hatiku aku sangat ingin memeluknya dan berterimakasih padanya, tapi tak mungkin karena teman-teman terus menerus bergantian menyalami beliau, aku pun sedikit menjauh dari beliau.

- Saat berfoto bersama: 'Sek,sek, nek rep foto, tak foto ndisek karo anak lanangku!' kata beliau saat teman-teman meminta berfoto bersama, dicarinya aku dan beliau menarikku kemudian merangkul pundakku. 'ayo nek arep foto!'. Aku sangat senang dan terharu sekali. 'anak lanangku' beliau menganggap aku anaknya. Sungguh aku sangat berasa terharu sekaligus bangga. Setelah foto aku beranikan diri untuk memeluknya. Dan kuucapkan 'Terimakasih ya pak'. Beliau hanya tersenyum.

- Selesai acara dan pulang: semua teman-teman dan ortunya masing-masing sudah pulang, bapak juga pulang (setelah kutitipi samir,jas dan perlengkapan wisudaku). Beliau pulang sendiri tanpa aku, karena aku nantinya tidak pulang kerumah dulu tetapi akan langsung ke Purworejo melanjutkan kerjaku di fotocopy dan pengetikan milik salah satu guruku.

"Jujur sampai saat ini aku tak punya satupun kenangan foto wisudaku, kecuali foto ini, yang baru aku dapatkan kemarin dari temanku. Dan inilah satu-satunya Kenangan terakhirku bersama Ayah dan Kepala Sekolahku: Alm. Pak Bambang Sriyono, Semoga Engkau senantiasa ditempatkan ditempat terbaik disisih Sang Maha Pencipta ALLAH SWT, Amin !"
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar