"My Sister_My Hero"
"waaaaaaa,
Tolongin aku !" aku menjerit histeris karena secara tiba-tiba ikan yang
ada dikolam memperlihatkan gigi taring yang menyeramkan. Aku bersegera
lari menuju gua yang dihiasi akar-akar pohon yang bergelayutan dimana-mana,
dibawah gua terdapat aliran air yang jernih mengalir keluar gua, saat
sampai di mulut gua tiba-tiba ada ular berwarna hitam kehijauan melewati
sela-sela kakiku, aku yang phobia sama ular segera menjerit dan berlari
ke arah kolam lagi, dan ku temui 2 orang cowok cewek yang mungkin suami
istri dengan berpakaian seperti prajurit perang yunani.
"Kamu
harus melewati gua dan melawan rasa takutmu terhadap ular itu wahai
pemuda!" mereka berkata padaku dan mengajakku kembali masuk gua. Dengan
didampingi sepasang prajurit tadi, aku akhirnya berhasil masuk gua,
didalam gua banyak sekali kayu-kayu lapuk yang berdiri dan menyilang
menyangga dinding gua.
Setelah berhasil melewati pepohonan lapuk
tadi, aku dihadapkan pada sebuah padang rumput luas yang banyak terisi
kambing-kambing yang berwarna merah kecoklatan saling bergerombolan. Aku
dengan hati-hati melangkah di sela-sela perkumpulan itu. Tapi betapa
kagetnya aku, banyak dari kambing itu yang bermuka seram, ada yang
bertaring, bermata besar, berwajah manusia, bahkan sampai ada yang
berkepala monster. Mereka mengetahui kedatanganku dan aku sangat takut
karena mereka mau menandukku, mereka berlarian menuju padaku, aku
bermaksud untuk lari dan kabur tapi dihalangi oleh suami istri tadi.
"Jangan lari ! hadapilah ! Jika kamu berlari, maka mereka akan tetap
mengejarmu sampai kapanpun. Tapi jika kau hadapi mereka, atau minimal
kamu disini bersama kami, maka mereka pasti dapat kita kalahkan". Kata
mereka, sehingga dengan perasaan takut aku bergerak melangkah maju ke
arah kambing aneh tadi. Kambing paling besar yang berkepala manusia
bertanduk dan giginya yang berwujud seperti gergaji mengangkat kaki dan
menggertakku, dekat dan semakin dekat, saat tiba tepat didepanku ia
membuka mulutnya lebar-lebar menerkamku, dan . . ."Aa.a.a.a.a.a.a.a.a."
(aku menjerit sekuat-kuatnya dan menutup mata menggunakan kedua
lenganku). Beberapa menit kemudian Aku merasa gelap gulita, tapi
kemudian aku sadar, kenapa terasa gelap? Karena aku masih menutup mata.
Lalu aku buka mata lagi dan aku lihat kambing monster tadi tak jadi
memakanku, ia sedang berkumpul melingkari seseorang, yang segera ku
ketahui adalah wanita prajurit tadi. Mereka terlibat dalam suatu
perbincangan. Beberapa saat kemudian prajurit tadi tersenyum padaku dan
mempersilahkanku untuk berjalan kembali tanpa harus merasa takut pada
monster kambing tadi.
"Tenang saja, mereka tak kan menyakitimu, ayo lanjutkanlah perjalanan !"
Aku berjalan tanpa melihat muka seram monster kambing tadi, dan tak
beberapa lama kemudian aku sudah berada sedikit jauh didepan dari
kumpulan monster tadi. Ku beranikan untuk menoleh kebelakang dan betapa
kagetnya aku mereka telah berubah menjadi prajurit berpakaian adat
pengantin jawa dan berkuda mengawalku, ku lihat didepanku Sebuah Istana
megah dengan Gapura yang bertuliskan "Pusakaning Dwi Pujangga Nyawiji"
(sambil garuk-garuk kepala aku mikir, kayaknya kata-kata ini sering aku
lihat? Ini tak asing bagiku) Saat aku telah memasuki gapura tadi,
tiba-tiba ada cahaya putih menyilaukan mataku dan . . .
"Mas
bangun mas ! Udah jam 2, katanya mau tidur !" adikku membangunkanku dari
mimpi indahku. Pakai senter auto charge yang biasa aku jual
ketemen-temen dan saudaraku.
"Apa?" aku tanya lagi adikku
karna tadi kurang jelas, sambil mengucek-ucek mataku dengan jari tangan
karena masih terasa ngantuk.
"Banguuun ! Udah jam 2 tuh ! Katanya mau tidur !"
Aku lihat jam berbentuk cicak yang menempel didinding kamarku (sengaja
aku pilih bentuk cicak supaya nyamuk-nyamuk pada takut ke kamarku,
karena aku yakin nyamukpun pasti hafal lagu ini:
'Cicak-cicak di dinding diam-diam merayap, ada seekor nyamuk, hap hap lalu ditangkap'. Itu kenapa nyamuk gak berani ke kamarku) jam memang menunjukkan jam 2 pagi.
"Oh iya ! Udah jam 2 ya ! Hehe, ya udah kakak tidur dulu ya! Adek juga tidur ya! Met bobok adek, mimpi indah ya! " aku ambil selimut dan merapikan bantal sebentar lalu dalam hitungan mundur dari 10 sampai 1 aku memejamkan mata. . . .
TERIMAKASIH Adikku TERCINTA ! Kau telah menyelamatkan kakak dari
penculikan sepasang suami istri prajurit yunani yang mau modus
mengadopsi kakak. (Setelah ku fikir-fikir ini kesimpulanku. Karena tadi
siang aku nonton film di Indonesiar tentang penculikan yang modusnya
pura-pura baik pada anak kecil lalu menculiknya dan dibawa kerumahnya
untuk dijadikan anak ! Dan aku yakin 2 orang yang ada dimimpiku pasti
pura-pura baik untuk menculikku)
UNTUNG ada Adikku! Thanks my little sister you're my BEST HERO !
[terinspirasi dari mimpi hari Rabu, 8 januari 2014 dan sinetron TV saat liburan] haha

Tidak ada komentar:
Posting Komentar