"Bapak_Ku"
Waktu itu aku sedang bermain sendirian dihalaman rumah, halaman rumahku tidak segersang sekarang, dulu tanahnya berwarna coklat kehitaman, kalau sekarang sudah jadi orange kekuningan . Aku bermain menggambar ditanah dengan memakai kayu, usiaku kala itu sekitar 5 atau 6 tahun (sudah kelas 2 SD ), sedang asyik menggambar, seorang ibu muda yang merupakan mantan kepala desa sekaligus tetanggaku lewat dan melihat gambaranku.
"Waaah harji pinter ya, gambarannya bagus kayak bapak.e dulu." kata beliau padaku, aku hanya tersenyum tersipu. (Kalau di desa, aku memang sejak kecil dipanggil 'harji' bukan ilkhas, jadi sering sekali kalau ada teman yang mencari alamatku dan menanyakan pada orang-orang sedesa, mereka banyak yang tidak tau siapa ilkhas itu, padahal ilkhas itu ya harji ).
Lalu berkerumunlah ibu-ibu tetanggaku melihat gambaranku, dan mereka saling berbisik, samar-samar kudengar,
"Kayaknya anak ini mau jadi pintar seperti bapaknya ya!". Ucap salah satu diantara mereka yang segera di iya-kan oleh yang lainnya.
Bapak memang dikenal pintar dan kreatif, ia pandai membuat hal-hal hebat yang menarik dan beda dari biasa. Ketika aku belum masuk TK, aku dibuatkan mainan mobil-mobilan dari bahan kayu, yang membuat istimewa lagi adalah ukurannya yang besar, sangat beda dengan mainan temen-temen seumuranku yang walaupun mereka punya mobil-mobilan, pasti punya mereka dari plastik dan dengan ukuran kecil. Waktu itu aku punya 2 bentuk mobil buatan bapak, yaitu bentuk Bis dan Truck. Biasanya ketika ku memainkannya dengan menarik pakai tali keliling kampung, pasti banyak anak-anak lain mengikutiku dibelakang, mereka yang membawa mobil-mobilan juga tidak berani berada didepanku, aku dinobatkan menjadi sang raja mobil-mobilan dan memimpin di depan setiap touring kampung, tak jarang ada juga anak-anak lain yang menangis karena kepingin punya mobil-mobilan seperti punyaku . Bapak membuatku menjadi anak yang istimewa dengan kreatifitasnya, dan itu membuatku sangat bangga padanya. .
13 tahun setelah kejadian dihalaman rumah itu, aku sekarang sudah lulus SMK dan kuliah. Semenjak kelas xii smk aku tidak tinggal dirumah, aku tinggal disekolahan dan di asrama, aku pulang kerumah rata-rata 2 minggu sekali. Sehingga sudah 3 tahunan ini aku waktuku sangat sedikit untuk keluarga.
Suatu hari aku pulang kerumah dan pergi ketempat tetangga samping rumah yang juga sudah kuanggap sebagai simbahku sendiri yaitu Mbah Tamim.
Aku kerumahnya karena aku mendapat kabar bahwa beliau baru saja sakit, aku menjenguknya bersama bapak. Saat sedang ngobrol tentangku simbah berkata:
"Kamu itu memang pintar, kayak bapaknya, bedanya kalau kamu itu mau ngambil resiko buat pendidikanmu, kalau bapak kamu itu dulu sebenarnya pintar sekali."
"Ah, simbah bisa aja, hehe masak dulu bapak pintar si mbah?" kataku sambil nyindir bapak. .
"Iya bapakmu itu dulu pinter, sampai mau disekolahkan sama pak juragan, tapi bapakmu nggak mau karna dia anak satu-satunya dikeluarga." jawab simbah, sementara bapak hanya sedikit tersipu dengan senyum khasnya.
"Waaah berarti lebih keren kulo nggeh mbah? ". Tanyaku nakal.
" hehehe" simbah hanya tertawa.
Dari berbagai peristiwa itu aku dapat sedikit menyimpulkan bahwasannya bapak sebenarnya memiliki kemampuan hebat dan pemikiran cerdas, ditambah lagi menurut cerita orang-orang desaku dulu keluarga kami (saat simbah kakung putri masih sehat) tergolong keluarga kelas atas. . Hehe. Hanya saja mungkin karena bapak itu orangnya pemalu dan tidak PD mengeksplore kemampuan hebatnya, sehingga sekarang keluarga kami menjadi keluarga yang sederhana, tapi aku sangat bangga pada bapak, karna walau bagaimanapun keluarga kami sangat harmonis, penuh cinta kasih, bahagia, sakinah mawadah warohmah, intinya bapak sangat sukses membina keluarga indah kami, bapak juga sukses mendidik anak-anaknya, buktinya alhamdulillah aku sampai saat ini dan semoga sampai selamanya aku tidak pernah terjebak dalam pergaulan bebas atau miras.
AKU CINTA BAPAK !
AKU SAYANG BAPAK !
BAPAK ADALAH PEJUANG HIDUPKU, TERIMAKASIH BAPAK ! .
Love you ! Mumumumumuach .
(#aku_juga_cinta_ibu)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar